rekomendasi buku-buku bagus 2021
Sudut Rak

Rekomendasi Buku-Buku Bagus 2021

Rekomendasi Buku-Buku Bagus 2021 – Yang lain sudah pada tutup buku tahun 2021, dan memulai lembaran tahun 2022, aku malah membuka lagi lembaran 2021. Memang seharusnya tulisan ini lebih cocok jika dipublikasikan sebelum 2022 ya. Tapi tidak apa-apa kan, kalau baru sekarang aku membagikan rekomendasi buku-buku bagus dari yang kubaca selama 2021. Tetapi buku-buku yang kurekomendasikan ini bukan berarti terbit tahun 2021 ya. Beberapa bahkan buku lama yang kubaca ulang.  

Nah, kali ini aku ingin merekomendasikan buku-buku (yang menurutku) bagus berdasarkan yang kubaca selama 2021? Sekali lagi, ini berdasarkan yang kubaca ya teman-teman. Jadi, ini subjektif dan terbatas. Apa saja buku-buku itu? Simak uraian berikut ya!

Rekomendasi Buku-Buku Bagus 2021

Novel Indonesia

1. Orang-orang Oetimu – Felix Nessi

Orang-orang Oetimu adalah novel fiksi sejarah yang ditulis oleh Felix Nessi, seorang sastrawan pendatang baru asal Nusa Tenggara Timur. Sesuai dengan judulnya, Novel Orang-Orang Oetimu menceritakan tentang kehidupan sosial masyarakat NTT pada masa kolonial hingga era Orde Baru. Kita banyak disuguhkan tentang konflik Indonesia dan Timor-Timur. Novel ini juga membuatku menyadari bahwa Indonesia sebenarnya pernah menjadi penjajah dan perebut tanah orang. Novel ini juga memangi sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2018. Silakan baca ulasannya di sini.

2. Perempuan Berkalung Sorban – Abidah El Khalieqy

Buku lama yang kubaca ulang. Bagiku, novel Perempuan Berkalung Sorban adalah novel religi dan feminis. Novel ini menyampaikan kritik terhadap penyampaian narasi keagamaan yang memojokkan dan merendahkan perempuan. Kultur pesantren tradisional yang feodal dan patriarkis menjadi latar dominan dalam cerita ini. Untuk gambaran novelnya secara umum, bisa dibaca di sini.

3. Layla, Seribu Malam Tanpamu- Candra Malik

Bagaimana perasaanmu, jika kamu mencintai seseorang, tetapi ternyata orang itu adalah saudara kembarmu sendiri yang selama ini terpisah jauh? Begitu lah kiranya yang dirasakan Lail, tokoh utama novel ini. Tetapi bukan sekedar itu yang ingin disampaikan penulis di novel ini. Novel ini bertajuk novel tasawuf. Novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan hakekat sebuah penciptaan. Romansa tokoh-tokohnya menjadikan pembahasan tasawuf jauh dari kesan kaku eksklusif. Selebihnya bisa baca ulasannya di sini.

4. Majnun Sejak Berjumpa Layla – Candra Malik

Majnun ini adalah novel lanjutan dari cerita Layla yang baru saja dibahas. Buku pertama bagus dan buku kedua ini tetap sama bagusnya menurutku. Pada halaman pertama, novel ini sudah menyuguhkan sebuah syair indah yang mengajak pembaca untuk merenungi awal dan akhir kehidupan manusia yang sama-sama ‘sendiri’. Kita lahir sendirian, begitu pula kita mati juga sendirian. Ah, kalau aku yang mengungkapkannya jadi tidak mengesankan dan kurang bermakna. Lebih baik jika teman-teman membacanya sendiri bukunya. Aku tidak mengulasnya karena bingung harus bagaimana mengulasnya. Kisah Lail yang mencari jati dirinya dan keberadaan Layla masih berlanjut.

5. Geni Jora – Abidah El Khaileqy

Lahir dari keluarga poligami, rumahnya seperti istana, anak orang kaya, tapi tidak bisa ke mana-mana karena Jora anak perempuan. Tetapi Jora memberontak. Teman-teman ingat nasehat klasik, “kalau perempuan tidak usah mencari (pasangan), tapi dicari. Yang mencari itu biar laki-laki.” Tapi untuk zaman ini sepertinya sudah basi. Sepertinya begitulah gambaran abstrak novel ini. Tapi novel ini bukan sekedar berbicara masalah pencarian pasangan ya. Seperti kebanyakan novel Abidah El Khalieqy yang lain, Geni Jora juga memuat semangat perlawanan terhadap diskriminasi perempuan. Kali ini penulis membuat tokoh utamanya mencoba menyelami pikiran pacarnya sendiri yang dianggap sebagai lelaki ‘petualang’ dan sedikit liberal. Untuk ulasannya bisa dibaca di sini.

Novel Terjemahan / Klasik

1. The Professor – Charlotte Bronte

Novel klasik ini adalah novel romansa yang realistis. Tokohnya utamanya tidak tampan/cantik dan tidak kaya. Tetapi tokohnya tidak dibuat pasrah begitu saja dengan keadaan. Tokoh utamanya, William adalah orang cerdas dan pekerja keras. Jadi, ia selalu berusaha untuk mencari pekerjaan dari kota ke kota untuk memperbaiki nasibnya. Ia tak ingin meminta bantuan saudaranya setelah tahu masalah orang tuanya dengan mereka. Setelah ia mendapat pekerjaan sebagai guru di sekolah putri, ia jatuh cinta dengan salah satu muridnya. Romansa mereka tidak menye-menye. Malah lebih mengedepankan urusan nasib daripada kebucinannya. Ulasannya bisa dibaca di sini.

2. Memoar Seorang Dokter Perempuan – Nawal El Sadawi

Buku ini sebenarnya buku lama yang kubaca ulang. Novel karya sastrawan Mesir ini menceritakan perjuangan seorang dokter perempuan yang bernama Firdaus. Memperjuangkan apa? Hak-haknya, dan mimpi-mimpinya yang selalu diremehkan dan dihalang-halangi. Diremehkan dan dihalang-halangi oleh siapa? Oleh masyarakat yang ada di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri, juga oleh kaum laki-laki yang tidak rela jika perempuan memiliki posisi di ruang publik dan menjadi manusia berdikari. Teman-teman bisa membaca ulasannya di sini.

3. Little Women – Louisa May Alcott

Ini buku favoritku di tahun 2021. Little Women adalah cerita tentang perempuan dengan berbagai karakter, impian, dan ujian hidup. Novel tentang perempuan dan keluarga ini terasa adem dan menghanyutkan. Perjalanan hidup gadis-gadis March memberikan banyak pelajaran. Novel klasik Amerika ini memberikan pembaca semangat untuk menghargai setiap hal kecil yang kita lakukan. Novel ini ada lanjutannya yaitu Good Wives. Good Wives juga layak untuk dibaca. Perjalanan hidup tokoh-tokohnya tidak membosankan untuk diikuti. Ulasan Little Women bisa dibaca di sini. Untuk ulasan Good Wives bisa dibaca di sini.

4. Wuthering Heights – Emily Bronte

Ini juga menjadi favoritku setelah Little Women. Kalau boleh kubilang, novel ini sungguh gila. Tokoh-tokohnya pada tidak waras dan menyebalkan. Jalan ceritanya juga sulit ditebak. Tapi justru itulah yang menjadikan cerita ini luar biasa. Novel ini menceritakan tentang balas dendam seorang Heathcliff, anak angkat dalam sebuah keluarga, yang mendapat diskriminasi sejak kecil karena kedudukan sosialnya dianggap rendah. Akan tetapi, Heathcliff yang malang tumbuh menjadi pemuda yang penuh dengan kebencian. Meski cerita ini kelam dan suram, novel era Victoria ini menarik untuk dibaca. Ulasannya ada di sini.

5. Of Mice and Men – John Steinbeck

Novel klasik yang berlatar di Soledad ini menceritakan tentang persahabatan George dan Lennie. Mereka adalah buruh peternakan yang selalu memimpikan tanah. Akan tetapi, keadaan hidup yang sulit membuat impian orang-orang peternakan untuk memiliki tanah seperti si punguk yang merindu bulan. Novel ini tidak tebal tetapi mampu menyuguhkan cerita yang bagus. Mengharukan, memprihatinkan, kadang juga lucu. Ulasannya bisa baca ulasannya di sini.

Buku Nonfiksi

Seni Hidup Minimalis – Francine Jay

Buku nonfiksi karangan Francine Jay ini sangat bagus dan bisa membantu kita untuk merapikan rumah dengan efektif dan efisien. Buku ini memberikan kita tips agar bersih-bersih tidak terasa melelahkan dan membosankan. Kita juga akan menemukan tips untuk mengelola barang-barang di rumah kita agar tetap tertata dan tidak membuat rumah sumpek karena penuh barang. Ulasannya bisa dilihat di sini.

Oke, teman-teman. Itu tadi rekomendasi buku-buku bagus berdasarkan yang kubaca selama 2021. Sebenarnya aku bingung jika diminta menjelaskan singkat tentang hal-hal menarik dari novel-novel tersebut. Tapi penjelasan tersebut bisa memberi sedikit gambaran lah ya. Urutan buku di atas bukan urutan favorit ya, teman-teman.

Bagaimana dengan teman-teman? Dari buku-buku di atas, adakah yang pernah teman-teman baca? Buku apa yang paling menarik menurut teman-teman selama 2021? Kalau ada rekomendasi buku, bisa ditulis di kolom komentar ya!

Sekian.

16 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.