buku the incredible journey
fiksi,  ulasan

REVIEW BUKU THE INCREDIBLE JOURNEY – SHEILA BURNFORD

REVIEW BUKU THE INCREDIBLE JOURNEY – SHEILA BURNFORD

The Incredible Journey merupakan novel klasik Amerika yang ditulis oleh Sheila Burnford, penulis kelahiran Inggris. Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1960. Novel ini pernah diadaptasi ke dalam sebuah film oleh Walt Disney pada tahun 1993 dengan judul Homeward Bound: The Incredible Journey. Meskipun penulis buku The Incredible Journey ini berasal dari Inggris, cerita ini berlatar Kanada. Ini adalah tempat tinggal penulis setelah ia dan keluarganya pindah dari Inggris pada tahun 1949. Cerita ini terinspirasi dari peliharaan penulis sendiri, seekor anjing bull terrier yang setia menemani penulis. Kira-kira seperti apa cerita dalam buku The Incredible Journey ini? Simak ulasan berikut ya!

Identitas Buku

Judul: The Incredible Journey

Pengarang: Sheila Burnford

Penerjemah: Rosemary Kesauli

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2019 (cetakan kedua)

Ukuran buku: 144 hlm; 20 cm

ISBN: 9789792281712

Sinopsis Novel The Incredible Journey

Novel ini menceritakan perjalanan ketiga hewan peliharaan penuju rumah majikannya yang bernama Jim Hunter. Jim Hunter memiliki seekor anjing labrador yang bernama Luath, seekor anjing bull terrier yang bernama Bodger, dan seekor kucing siam bernama Tao. Saat itu Jim Hunter harus pergi ke Inggris bersama keluarganya karena urusan pekerjaan. Sementara itu, ia tinggal di Kanada. Karena ia tidak mungkin membawa ketiga hewan peliharaan tersebut menyebrangi benua, ia menitipkannya kepada sahabat lamanya semasa kuliah, John Longride.

John Longride adalah seorang penulis yang hidup sendiri di rumahnya. Ia mempekerjakan sepasang suami istri untuk mengurus rumahnya. Setiap dua kali setahun Longride biasanya akan pergi mengunjungi saudara lelakinya di Danau Heron yang jaraknya 230 kiometer dari rumahnya. Kali ini ia tidak bisa bepergian begitu saja karena ada tanggungan hewan peiharaan yang dititipkan oleh sahabatnya. Longride berencana menitipkan hewan-hewan tersebut ke pusat penitipan hewan. Akan  tetapi Mrs. Oakes, perempuan yang bekerja mengurus rumahnya, sangat menyayangi binatang tersebut dan ia pasti akan protes jika mereka tidak ditinggal di rumah. Akhirnya, Longride memutuskan untuk meninggalkan ketiga hewan tersebut di bawah penjagaan Mrs. Oakes dan suaminya.

Sebelum berangkat Longride sudah menuliskan memo untuk Mrs. Oakes yan berisi pesan untuk merawat ketiga binatang itu selama Longride tida di rumah. Akan tetapi, Longride tidak tahu jika satu kertas memonya terbang ke perapian dan terbakar karena Tao menyenggolnya. Pesan dari memo itu pun terpotong sehingga Mrs. Oakes tidak tahu kelanjutan dari pesan tersebut. Mrs. Oakes mengira Longride membawa hewan-hewan tersebut. Padahal beberapa saat setelah Longride berangkat, ketiga hewan tersebut ikut meninggalkan rumah. Hanya saja tujuannya bukan ke Danau Heron, melainkan ke rumah majikannya, Jim Hunter. Padahal jarak rumah Jim Hunter dan John Longride sejauh 450 kilometer. Bagaimana ketiga hewan tersebut melewati perjalanan panjang di tengah alam liar? Dapatkah mereka mengingat rute perjalanan tersebut hanya dengan mengandalkan insting hewani mereka?

Review Novel The Incredible Jurney

Aku baru bisa menyelesaikan buku ini setelah membaca ulang yang ketiga kalinya. Sebelumnya aku selalu gagal membacanya sampai selesai karena suntuk dengan perjalanan rombongan piaraan tersebut yang tidak sampai-sampai. Oleh karena itu aku merasa senang ketika aku ternyata bisa menyelesaikan buku tipis tapi tidak selesai-selesai ini.

Jika aku membaca ulasan dari beberapa pembaca buku ini, bukan hanya aku yang merasa bahwa alur cerita buku ini sedikit menjemukan. Perjalanan hewan-hewan ini terasa sangat panjang dan tidak selesai-selesai. Meski berbagai konflik dihadirkan penulis untuk membuat perjalanan Luath, Tao, dan Bodger ini terasa dramatik dan greget, tetapi aku tidak begitu bisa merasakannya. Mungkin penulis sengaja hanya menciptakan konflik tanpa berniat mengikat emosi pembacanya. Atau mungkin karena cerita ini ditujukan untuk anak-anak. Meski tidak hanyut dalam cerita, jalan ceritanya cukup menarik untuk diikuti.

Pada cerita ini, ketiga binatang tersebut menjadi tokoh utama, tetapi penceritaannya dari sudut pandang manusia. Jadi, cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Awalnya, kukira cerita ini berbentuk fabel. Atau kalau tidak binatang-binatang di cerita ini berinteraksi dengan manusia dengan bahasa manusia, seperti pada cerita Dokter Dolittle. Akan tetapi, hewan-hewan tersebut ternyata tetap menjalankan peran sebagaimana hewan. Tao, si kucing, berkomunikasi dengan cara mengeong dan berbagai bahasa kucing lainnya. Si Bul Terrier dan Labrador juga tetap berperan sebagaimana anjing di dunia nyata. Meski binatang-binatang pada cerita The Incredible Journey ini berinteraksi dengan manusia, akan tetapi tokoh-tokoh tersebut tetap berkomunikasi sesuai dengan bahasa spesiesnya sendiri-sendiri.

Bagaimana penulis tahu anjing dan kucing bisa merasakan rindu sebagaimana halnya manusia? bagaimana penulis bisa tahu bahwa anjing labrador bisa mengingat jarak sejauh 480 kilometer?  Bagaimana ketiga hewan yang berbeda tersebut bisa berjalan bersama dalam satu rombongan tanpa terusik dengan kepentingan masing-masing hewan? Keakraban hewan-hewan yang biasanya menjadi musuh memang bukan hal yang mustahil ya.

Tapi memang kita tidak bisa meremehkan naluri binatang. Kita tak perlu menjadi Nabi Sulaiman untuk memahami isyarat binatang. Raut wajah kucing yang kelaparan dan kesepian tidak akan sama dengan kucing yang kenyang setelah makan royal Canin lalu keluar dan bertemu dengan saingan dari tetangganya. Dari ilustrasi tersebut kita bisa membayangkan bahwa binatang juga memiliki perasaan. Aku teringat dengan cerita seekor anjing yang dengan setia menunggu pemiliknya yang telah tiada. Mungkin ia berharap pemiliknya akan kembali. Aku juga teringat dengan kucing yang dibuang pemiliknya ke pasar yang jauh dari rumahnya, tetapi kucing itu kembali lagi ke rumah pemilikya tersebut. Ya, insting hewan memang tidak bisa dianggap remeh.

Karakter binatang-binatang di sini digambarkan dengan baik, seolah penulis telah memahami betul perbedaan karakter binatang-binatng tersebut. Karakter Luath sang Labrador muda berbeda dengan karakter Bodger si Bull Terrier tua meski mereka sama-sama anjing. Begitu pula dengan karakter Tao si kucing siam. Selain karakter, penggambaran latar suasana dalam novel The Incredible Journey ini juga cukup detail, terutama pada bagian kehidupan di alam liar. Seperti cerita klasik Amerika yang lain, latar The Incredible Journey tidak lepas dari rumah-rumah pertanian dan peternakan khas Amerika.

Hal menarik lainnya dari cerita ini adalah, penulis menyisipkan cerita kepercayaan masyarakat mengenai legenda ekor kucing siam yang bengkok. Kucing siam dahulunya adalah peliharaan para bangsawan. Ia adalah kucing yang setia sehingga sering dipercaya untuk menjaga para putri kerajaan. Ketika putri kerajaan akan mandi, mereka menitipkan cincin mereka kepada para kucing siam ini dengan menggantungkan cincin tersebut ke ekor kucing. Karena ekornya bergantungkan cincin, kucing-kucing itu melengkungkan ujung ekornya agar cincin para putri tersebut tidak jatuh lalu hilang. Karena hal tersebut, ekor kucing siam lama-lama menjadi bengkok dan kebengkokannya menurun hingga ke anak cucunya (hlm. 77). Ada juga tentang asal usul anjing karakter anjing Labrador yang tidak suka berburu. Teman-teman bisa membacanya sendiri di bukunya.

Penerjemahan

Jika membaca ceritanya secara keseluruhan, memang cocok jika judulnya diterjemahkan menjadi “perjalanan pulang”. Judul terjemahannya terasa lebih dramatik dan sentimentil. Akan tetapi untuk bagian isi, ada beberapa terjemahan yang masih terasa kaku. Beberapa kosakata masih terasa asing, tetapi kosakata asing tersebut berguna untuk mengenalkan kata baru. Meskipun demikian, bahasa terjemahan ini masih bisa diikuti dengan baik. Terjemahan ini tidak mengganggu isi cerita dan pesan yang disampaikan meskipun aku sering salah menebak amanat yang ingin disampaikan pengarang.

Ada banyak nama-nama hewan endemik Amerika yang tidak kita jumpai di negara kita sehingga kita akan merasa asing dengan mama hewan tersebut. Ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca tentang fauna dunia, haha, apalagi untuk anak-anak. Aku yang lebih tua dari anak-anak saja sampai harus mencari beberapa nama hewan itu di Google untuk tahu.

Penutup

Membaca novel The Incredible Journey ini membuatku teringat denan lagu “Home” milik Westlife. Hewan-hewan yang berjalan jauh untuk menuju mencari rumah pemiliknya. The Incredible Journey adalah buku anak-anak yang menarik. Buku ini juga cocok dibaca oleh siapa saja yang menyukai binatang dan cerita tentang perjalanan. Sebuah kebaikan meski sekecil apapaun akan tetap berarti. Barangkali kita tidak melihatnya tetapi bisa jadi berarti untuk pihak lain. Seperti cerita hewan ini dan pemiliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.