Sepotong Hati Lelaki
fiksi,  ulasan

Ulasan Sepotong Hati Lelaki (Tur Blogger dan Bookstagramer Cabaca)

Teman-teman pernah mendengar atau membaca cerita Sepotong Hati Lelaki? Sepotong Hati lelaki merupakan cerita fiksi yang terbit di aplikasi Cabaca. Cerita ini ditulis oleh J.P. Sunu. Seperti cerita di Cabaca pada umumnya, Sepotong Hati Lelaki ini terbit secara bersambung setiap bab. Sekarang, cerita ini sudah lengkap dengan keseluruhan bab berjumlah 14 bab. Teman-teman bisa membaca cerita Sepotong Hati Lelaki di aplikasi Cabaca, atau bisa juga klik tautan ini.

Aku menulis ulasan Sepotong Hati Lelaki ini dalam rangka Tur Blogger dan Bookstagramer Cabaca November 2021. Tur Blogger dan Bookstagramer Cabaca merupakan salah satu acara dari Cabaca yang melibatkan beberapa bloger dan bookstagramer untuk mengulas buku dalam satu bulan. Tur kali ini bertema “ Father’s Invisible Love” , sebagai sebuah refleksi terhadap kasih sayang seorang ayah karena pada bulan November terdapat Hari Ayah Nasional. Nah, aku mendapat bagian untuk mengulas cerita Sepotong Hati Lelaki karya J.P. Sunu.

Terkait: Rekomendasi aplikasi untuk baca ebook

Judul: Sepotong Hati Lelaki

Pengarang: J.P Sunu

Tahun Terbit: 2018

Penerbit: diterbitkan sebagai cerita bersambung online di Cabaca.id

Jumlah bab: 14 bab

Sinopsis Sepotong Hati Lelaki

Cerita ini mengisahkan tentang seorang lelaki bernama Samo yang ditinggal mati istri dan anak perempuan semata wayangnya. Keluarganya meninggal karena kecelakaan. Peristiwa tersebut menyebabkan Samo merasa deperesi dan merasa bahwa ia lah penyebab kematian keluarganya. Samo tak lagi semangat menjalani hidup. Tapi keadaan menjadi berubah semenjak Samo bertemu dengan Noni yang terpisah dari rombongan keluarganya di kebun binatang.

Noni adalah anak kecil yang mengingatkannya pada Alicia, anak perempuannya yang telah meninggal. Semenjak membantu mempertemukan Noni dengan keluarganya di kebun binatang, hubungan Samo dan keluarga Noni menjadi akrab. Samo pun mengetahui bahwa Noni adalah korban kecelakaan pesawat yang selamat. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan tersebut. Noni lalu diasuh oleh kakek neneknya dan tantenya, Riani.

Rupanya kesamaan nasib membuat Noni dan Samo seperti memiliki ikatan batin yang kuat. Mereka pun menjadi semakin akrab seperti ayah dan anak. Akan tetapi, suatu ketika Samo melakukan kesalahan yang mengancam nyawa Noni. Hal ini membuat Samo kembali mengalami depresi dan menyalahkan diri sendiri. Dalam kehampaan dan keputusasaannya, ia hampir mempertaruhkan nyawanya untuk menebus kesalahannya dan menyelamatkan Noni.

Ulasan Sepotong Hati Lelaki

Sebenarnya aku ada beberapa catatan untuk cerita ini (kok pede banget ya aku ngasih-ngasih catatan, tapi tidak apa-apa lah). Ada beberapa hal yang masih bisa ditulis lebih baik lagi. Tapi sekali lagi, ini benar-benar subjektif, hanya pendapatku saja sebagai salah satu dari sekian pembaca yang beragam sudut pandang. Tapi sebelum ke catatan-catatan tersebut, mari kita bahas sisi menariknya terlebih dahulu. Semoga tidak spoiler.

Sepotong Hati Lelaki. Begitu bunyi judul cerita ini. Hati lelaki yang seperti apa? Yang seperti Samo, tokoh utama dalam cerita ini. Bagaimana dengan sepotong hati? Hmmm.. Ini yang menarik dari cerita ini. Di sini aku menebak dua makna dari kata hati. Pertama, hati yang mengacu kepada perasaan dan nurani, atau yang kedua, hati bagian dari organ dalam tubuh yang menghasilkan empedu. Potongan hati organ tubuh ini memang ada hubunganya dengan cerita ini, yaitu ketika Samo berusaha menyelamatkan Noni. Tapi untuk lebih detail mengapa ‘sepotong hati’ yang dimaksud adalah sepotong hati organ tubuh, teman-teman bisa membacanya sendiri di cerita. Sebenarnya aku juga ingin menjabarkannya di sini, tapi takut spoiler.

Sepotong hati yang lain, yaitu hati yang berarti batin, perasaan, dan nurani. Ini adalah gambaran perasaan Samo dan gejolak batin yang dialaminya. Gejolak batin tersebut dilatarbelakangi oleh peristiwa kelam yang menimpanya. Keluarganya meninggal dalam kecelakaan ketika memenuhi permintaan Samo untuk pulang. Samo selalu menyimpan foto Alicia, anaknya, yang difoto oleh istrinya. Ia tidak pernah bepergian tanpa foto itu. Dan ketika ia bertemu Noni, anak itu sepertinya mengingatkannya kepada Alicia. Kebetulan, Noni juga mengalami kemalangan yang mirip dengan Samo.

Pemilihan judul ini menarik karena menyiratkan teka-teki dan makna. Sampul cerita ini juga turut memberikan penekanan pada maksud dari judul dan isi cerita, seperti novel ini. Sampul cerita ini berupa gambar siluet seorang lelaki yang menggandeng anak perempuan kecil dengan berlatar belakang merah hati. Anak kecil dalam gambar tersebut juga membawa balon berbentuk hati (love). Siluet dua sosok tersebut tak lain adalah Samo dan Noni. Begitu pula warna merah hati yang menjadi latar belakang cerita ini. Bukankah organ hati juga berwarna merah gelap, selain itu balon berbentuk hati yang dibawa oleh Noni juga meyiratkan jika kata ‘hati’ pada Sepotong Hati Lelaki juga bisa mengarah pada perasaan Samo dan ikatan batin antara Samo dan Noni.

Ada beberapa hal yang membuatku kurang menikmati karya ini. Cerita ini terlalu banyak menyajikan dialog batin, kebetulan-kebetulan, dan pada akhir bab, penulis kerap memberikan sebuah pernyataan singkat misterius mengenai hal yang akan terjadi pada bab berikutnya. Sepertinya ini dimaksudkan untuk membuat pembaca penasaran dan bertanya-tanya. Tapi kalau untukku pribadi, kutipan tersebut malah mengganggu. Kalau boleh kukatakan, konsep dan jalan cerita ini lebih mirip sinetron.

Novel ini merupakan cerita tentang keluarga yang bersuasana sendu dan sentimentil. Meski aku tidak ikut hanyut dalam cerita, tapi aku tetap bisa mengikuti cerita ini sampai akhir. Bagi pembaca cepat, cerita ini bisa dibaca dalam sekali duduk. Tapi itu bukan aku T_T . Cerita ini tidak hanya mengisahkan pergolakan batin Samo dan Noni, tapi juga romansa Samo dengan Riani yang tidak ada romantis-romantisnya dan kaku. Ya, begitu lah Samo. Oleh karena itu, di sini bukan tokoh utama yang menjadi tokoh favoritku, tapi Pak Ruspet, kakeknya Noni. Tokoh Pak Ruspet lebih bijak dalam menyikapi keadaan. Meski ia telah membuat rencana yang menurutnya baik untuk masa depan Riani, anaknya, tetapi ia menyerahkan keputusannya kepada Riani, tidak memaksakan anaknya untuk menuruti keinginannya.

Ulasan yang tertulis di sini hanya pendapat pribadiku saja. Di Cabaca, cerita ini mendapat banyak penilaian bagus. Bahkan hampir semuanya menilai bagus. Jika teman-teman pernah membaca cerita ini, boleh dong berbagi pendapat, apa yang menarik dari cerita ini menurut teman-teman?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.